setiap hari tak pernah lekang
dengan kata-kata cinta dan cinta selalu saja menjadi topik menarik untuk
dibicarakan oleh siapa saja, bahkan cinta bisa menyatukan sesuatu yang terpisah
tetapi juga bisa menghancurkan sesuatu yang sudah menyatu menjadi pecah belah.
Selama ini aku selalu percaya,
bahwa cinta adalah hal terkuat yang bisa membuat manusia berubah dalam waktu
yang singkat. Dan mungkin aku salah satunya, karena cinta aku selalu tersenyum,
tertawa, menangis secara tiba-tiba, dan kadang aku seperti anak kecil yang
selalu ingin diperhatikan.
Kalian pernah ga ngerasain suka
sama orang dan ga pernah punya keberanian buat mendekati dirinya atau
mengungkapkan perasaan yang kalian rasakan ? Dan yang paling menyedihkan lagi,
kalian sama sekali ga punya kesempatan buat dekat dengan dirinya. Kalian hanya
bisa mengagumi dirinya dalam diam, hanya bisa menatapnya dari jauh dan
terkadang merasa iri dengan orang-orang yang ada disekitarnya dan orang-orang
yang bisa dekat dengannya, bahkan terkadang kita mempunyai pikiran untuk
menyingkirkan mereka supaya hanya kalian yang bisa dekat dengan dirinya. Tetapi
apa daya kalian tak mempunyai keberanian untuk dekat dengan dirinya.
Dan inilah yang aku rasakan, aku mencintai
seorang pria yang selama ini aku idam-idamkan, seorang pria yang telah mampu
membuat aku tak bisa tidur semalaman karna memikirkan dirinya, yang membuatku selalu
berimajinasi dan selalu bermimpi tentang cinta yang indah. Tetapi aku tak pernah
punya keberanian untuk mendekati dirinya, bahkan berbicara pada dirinya pun aku
juga tak berani, nyaliku sedikit tetapi keinginan diriku untuk memilikinya lebih
besar.
3 tahun waktu yang cukup lama dan
aku masih memendam perasaan ini, perasaan yang selalu menyiksa diriku. “aku
sayang dan mencintai kamu” itulah kata yang ingin aku ucapkan ketika aku
teringat akan dirinya. Terkadang aku merasa lelah dengan semua ini, ingin
rasanya aku membunuh perasaan ini. Aku selalu mencoba mencari cinta yang lain
tapi hanya dirimu yang selalu ada di dalam hati dan pikiran ini, apakah dirimu
tak bisa merasakan hal itu ??
Namamu selalu memenuhi tiap
lembar buku diaryku, bahkan hari-hariku dan tak pernah sedetikpun aku bisa
berhenti memikirkan dirimu, sedangkan orang yang aku pikirkan belum tentu
memikirkan aku, mungkin dia tak pernah mau tau tentang perasaanku. Aku benci
pada diriku sendiri yang tak pernah punya keberanian untuk mengungkapkan apa
yang aku rasa. Perasaan ini yang selalu menyiksaku yang menimbulkan sesak
didadaku. Entah sampai kapan aku bisa bertahan dalam keadaan seperti ini.
Mungkin benar apa kata orang bahwa cinta tak harus memiliki. Tetapi diriku juga
tak bisa membohongi perasaanku sendiri bahwa aku sangat menginginkan dirinya.
Sakit memang ketika mencintai
seseorang tapi tak bisa memiliki dirinya. Aku tak pernah menginginkan untuk
mencintai dirinya. Rasa cintaku adalah anugrah dari yang kuasa, bahkan aku tak
pernah tau kapan aku mulai mencintai dirinya dan kenapa aku bisa mencintai
dirinya, karena cinta tak mengenal apa, mengapa, kapan, dimana, dan bagaimana.
Semua itu mengalir begitu saja seperti air dan yang aku tahu sampai detik ini
aku masih mencintai dirinya. Dan jika aku tak pernah bisa bersamanya ataupun
tak bisa memilikinya mungkin itu sudah takdirku dan mungkin dia bukan jodohku..