Aku masih ingat ketika Malam itu
kamu maksa aku buat nemenin kamu makan,
padahal kamu tau kalau aku baru aja pulang dari kampus masih capek, kamu juga
tau kalau aku juga udah kenyang tapi kamu tetep aja ngotot dengan alasan kamu
belum makan, kamu juga bilang ini kenangan terakhir kita sebelum kamu pergi.
Aku
ingat ketika kita berdua keliling kota klaten seperti orang konyol, kita ketawa
kecicikan ditengah jalan, mondar-mandir dijalan yang sama sampai orang pada
ngeliatin, padahal waktu itu pukul 21.30 WIB (tempat makan mana coba yang masih
buka, kecuali angkringan) semua itu cuma 'demi' nyari makan kesukaan kamu. Aku
juga ingat waktu pertama kali kita kenalan lewat teman dekatku, aku ingat kita
ngobrol diteras rumah, aku inget ketika kamu rela nungguin aku pulang saat
kuliah disore hari (padahal waktu itu kamu ga ada kuliah), aku ingat ketika
kamu mangil aku dengan sebutan 'sayang' di telepon. Aku juga masih ingat ketika kamu menatap aku
lembut, tersenyum manis (mungkin senyum termanis yg pernah aku liat), ngeliatin
cara aku makan, buru-buru ngasih minum ke aku waktu aku tersedak, buru-buru
nyuruh aku minum obat waktu kamu tahu kalau badan aku drop. hhhmmm seandainya
kamu tahu kalau perhatian kamu membuat aku grogi dan kangen akan sosokmu.
Maafkan aku jika selama kita
kenal aku selalu menyakitimu, maaf karena aku tak bisa membalas perasaanmu, maaf
jika aku tak pernah memperdulikan kamu, tak pernah menganggap kamu ada. Tak
pernah ingin tau usahamu berkorban untukku, Maaf jika aku hanya bisa mengucapkan
kata ini di depan pusaranmu. Maafkan aku..
Seandainya waktu bisa berputar
ulang, seandainya Tuhan masih memberiku kesempatan, aku ingin membalas semua
yang telah kamu lakukan untukku. Aku ingin membuat kamu bahagia walaupun cuma sebentar.
Aku ingin kita sama-sama merasakan hal yang sama sayang. Tapi (mungkin) inilah
jalan yang terbaik yang Tuhan berikan untukmu, mungkin Tuhan tak ingin
melihatmu sakit karena berada di dekatku, mungkin juga tak ingin melihatmu
kecewa karena sikap yang telah ku lakukan terhadapmu, atau mungkin Tuhan ingin
melihat kebahagiaanmu secara dekat dan memberikan tempat yang IA janjikan
untuk umatnya.
Dan kini aku tak bisa lagi
mendapatkan semua perhatian kamu, semua kasih sayang kamu, tak bisa lagi
mendengar suara kamu, mendengar tawa kamu, mendengar kamu memanggil aku dengan
sebutan ‘sayang’, tak bisa lagi melihat tingkah polahmu yang begitu konyol. kamu
tahu aku kangen kamu, kangen waktu kita bersama. Seandainya kamu masih ada
didunia ini, seandainya kamu masih ada disamping aku..
Maafin aku..
Dari seseorang yang menyesal karena
telah mengabaikan mu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar