Kamis, 05 Desember 2013

Gerimis Malam




Heii si hitam manis dengan senyum termanis :) apa kabar kamu sayang ? sehatkah kamu sekarang? Bahagiakah kamu sekarang? Tiba-tiba malam ini aku mengingatmu dan merindukanmu. Aku ingat kenangan konyol kita waktu gerimis turun dimalam hari sayang.
Aku masih ingat ketika Malam itu kamu  maksa aku buat nemenin kamu makan, padahal kamu tau kalau aku baru aja pulang dari kampus masih capek, kamu juga tau kalau aku juga udah kenyang tapi kamu tetep aja ngotot dengan alasan kamu belum makan, kamu juga bilang ini kenangan terakhir kita sebelum kamu pergi.
Aku ingat ketika kita berdua keliling kota klaten seperti orang konyol, kita ketawa kecicikan ditengah jalan, mondar-mandir dijalan yang sama sampai orang pada ngeliatin, padahal waktu itu pukul 21.30 WIB (tempat makan mana coba yang masih buka, kecuali angkringan) semua itu cuma 'demi' nyari makan kesukaan kamu. Aku juga ingat waktu pertama kali kita kenalan lewat teman dekatku, aku ingat kita ngobrol diteras rumah, aku inget ketika kamu rela nungguin aku pulang saat kuliah disore hari (padahal waktu itu kamu ga ada kuliah), aku ingat ketika kamu mangil aku dengan sebutan 'sayang' di telepon. Aku juga masih ingat ketika kamu menatap aku lembut, tersenyum manis (mungkin senyum termanis yg pernah aku liat), ngeliatin cara aku makan, buru-buru ngasih minum ke aku waktu aku tersedak, buru-buru nyuruh aku minum obat waktu kamu tahu kalau badan aku drop. hhhmmm seandainya kamu tahu kalau perhatian kamu membuat aku grogi dan kangen akan sosokmu.
Maafkan aku jika selama kita kenal aku selalu menyakitimu, maaf karena aku tak bisa membalas perasaanmu, maaf jika aku tak pernah memperdulikan kamu, tak pernah menganggap kamu ada. Tak pernah ingin tau usahamu berkorban untukku, Maaf jika aku hanya bisa mengucapkan kata ini di depan pusaranmu. Maafkan aku..
Seandainya waktu bisa berputar ulang, seandainya Tuhan masih memberiku kesempatan, aku ingin membalas semua yang telah kamu lakukan untukku. Aku ingin membuat kamu bahagia walaupun cuma sebentar. Aku ingin kita sama-sama merasakan hal yang sama sayang. Tapi (mungkin) inilah jalan yang terbaik yang Tuhan berikan untukmu, mungkin Tuhan tak ingin melihatmu sakit karena berada di dekatku, mungkin juga tak ingin melihatmu kecewa karena sikap yang telah ku lakukan terhadapmu, atau mungkin Tuhan ingin melihat kebahagiaanmu secara dekat dan memberikan tempat yang IA janjikan untuk umatnya.
Dan kini aku tak bisa lagi mendapatkan semua perhatian kamu, semua kasih sayang kamu, tak bisa lagi mendengar suara kamu, mendengar tawa kamu, mendengar kamu memanggil aku dengan sebutan ‘sayang’, tak bisa lagi melihat tingkah polahmu yang begitu konyol. kamu tahu aku kangen kamu, kangen waktu kita bersama. Seandainya kamu masih ada didunia ini, seandainya kamu masih ada disamping aku..
Maafin aku..

Dari seseorang yang menyesal karena telah mengabaikan mu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar